Ini negeri kami
Yang telah kalian jajah sejak aku dalam kandungan
Ini bangsa kami,
Yang telah kalian usir dari tempat tinggalnya
Secara ‘pelan’, berlahan namun terus menerus tergerogoti
Siapakalian?
Apa hak kalian disini, dengan paksa mendesak kami untuk
Tak lagi jadi tuan di tanah kami
Berjuang dengan darah dan air mata, fr
Rtaktak sayang,, gertakanmu tak berhasil
Sehebat manapun dia
Kami akan mempertahankan negeri kami,,
Sampai 2 kemungkinan: akhir kehidupan manusia, atau kami telah mendapatkannya kembali
Seperti yang dulu
Saat kakek nenek buyut kami masih belum tumbuh sempurna fisiknya
Waktu mereka bermain-main di ruang terbuka
Yang menyenangkan untuk berlarian
Tak ada suara tembakan, tak ada langkah2 teng dengan rodanya yang menerus
Yang ada..
Senyum dan tawa riang anak kecil, yang harapan dan asanya terbang kesana kemari, ingin menggapai langit
Aroma makanan dari dapur ibu dari keluarga yang sederhana
Siapa yang suka lemparan batu-batu
Yang tiap hari kami hadiahkan pada pejuang musuh
Pejuang? Pantaskah disebut begitu…yahh, mereka hanya dibayar?atau cinta negerinya?
Masa’ karena itu, lantas tega berniat memberanguskan kami…
Biarlah..suatu hari nanti pun raga kami memang harus hangus
Tapi.yang terus menyala.S,e,Mank.g.at..Kami, Para Pembela Negeri.
Ya kan, Sayang? Aku menunggu pegangan erat Saudaraku (pantaskan disebut begitu?)…..
Atau aku harus rela, “saudaraku??”, juga,, direbut kalian.sang pemilik teng baja-
=’(