Buku-buku sejarah mencatat keberanian Thariq, terutama tentang kharismanya yang membuat tentara Islam tidak pernah menyerah berjuang hingga tetes darah penghabisan. Stanley Lane-Poole, dalam The Moors in Spain mengutip beberapa keteladanan dari Thariq.
“Wahai saudara-saudaraku, lautan ada di belakang kalian, musuh ada di depan kalian, ke manakah kalian akan lari? Demi Allah, yang kalian miliki hanya kejujuran dan kesabaran. Ketahuilah, bahwa di pulau ini kalian lebih terlantar dari pada anak yatim”.
“Musuh kalian telah menyambut dengan pasukan dan senjata. Kekuatan mereka sangat besar, sementara kalian tanpa perlindungan selain pedang-pedang kalian, tanpa kekuatan selain dari barang-barang yang kalian rampas dari tangan musuh”.
“Seandainya pada hari-hari ini kalian masih tetap sengsara seperti ini, tanpa adanya perubahan berarti, niscaya nama baik kalian akan hilang, rasa gentar yang ada pada hati musuh akan berganti menjadi berani kepada kalian. Karena itu, pertahankanlah jiwa kalian”.
Kalimat itu diucapkan Thariq bin Ziyad sebelum membakar kapal yang digunakan menyeberangi Selat Gibraltar. Satu-satunya pilihan bagi 7.000 pasukan Islam saat itu hanya menghadapi 100.000 pasukan Visigoth, untuk menaklukkan Andalusia dan mati syahid di sana.
sumber:http://seputaraceh.com/2009/09/11/jejak-terakhir-moors